RI-Australia Sinergi Kembangkan Industri Kendaraan Listrik

Jumat, 24 November 2023 – 13:29 WIB

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim, Erick Thohir, menandatangani MoU dengan Menteri Industri dan Sains Australia, Edham Nurredin Ed Husic dalam hal pembentukan mekanisme bilateral untuk memajukan kolaborasi kendaraan listrik kedua negara.

Baca Juga :

Reaksi Erick Thohir Timnas Indonesia Tergabung di Grup Berat Piala Asia U-23

Erick menyampaikan, kolaborasi ini merupakan bukti kepercayaan dunia internasional, pada potensi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

“Kalau kita lihat, global economy shifting sekarang banyak ke daerah Asia. Maka dengan situasi global yang tidak menentu hari ini, benar-benar terjadi shifting ke Asia,” kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 23 November 2023.

Baca Juga :

Jumlah Penonton di Piala Dunia U-17 Indonesia Lampaui Target FIFA

Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik.

Dengan hubungan erat yang telah dijalin selama ini antara Indonesia-Australia, Erick mengatakan bahwa hal itu telah menjadi pendorong bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama guna meningkatkan pengembangan industri kendaraan listrik. 

Baca Juga :

Erick Thohir Sebut Harga Divestasi Saham Vale Masih Kemahalan

“Kebetulan kedua negara punya sumber daya alam yang bisa disinergikan,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah, yang tengah gencar mendorong akselerasi kendaraan listrik dalam konteks transisi energi. Dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 280 juta jiwa saat ini dan masih akan terus bertambah, kendaraan listrik menurutnya dapat menjadi solusi atas sejumlah persoalan lingkungan maupun menjaga ketahanan energi nasional. 

“Pemerintah sudah mengambil posisi bahwa kita harus terus mendorong pengembangan EV. Jadi tidak hanya Indonesia sebagai negara yang memproduksi EV, tapi kita juga punya market yang besar,” kata Erick. 

Baca Juga  Saatnya Bersatu! Perbedaan Tak Perlu Dipertentangkan di Pemilu 2024

Dia mengaku optimis bahwa pengembangan industri kendaraan listrik akan memiliki dampak besar bagi Indonesia. Salah satunya terhadap pertumbuhan ekonomi, yang juga akan berkontribusi dalam mendorong pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. 

“Dengan MoU ini, saya janjikan mungkin dalam satu bulan ke depan kita bisa punya peta jalan (roadmap) yang bisa kita implementasikan antar kedua negara. Sehingga MoU ini bukan hanya seremonial, tetapi sesuatu yang konkret untuk kemajuan persahabatan kedua negara,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

“Pemerintah sudah mengambil posisi bahwa kita harus terus mendorong pengembangan EV. Jadi tidak hanya Indonesia sebagai negara yang memproduksi EV, tapi kita juga punya market yang besar,” kata Erick. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *