Pilpres Satu Putaran Bukan Halusinasi Bagi Kubu Prabowo-Gibran

Sabtu, 10 Februari 2024 – 18:32 WIB

Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Gema Nusantara Bakry, melaporkan hasil survei terbaru mereka yang menunjukkan pesatnya perkembangan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga :

LSI: Elektabilitas Prabowo-Gibran 51,9 Persen, Unggul di Banyak Wilayah

Rinciannya, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini berhasil menembus angka 51,9 persen, melampaui elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang sebesar 24,3 persen dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang sebesar 18,7 persen.

“Dengan gambaran perkembangan elektabilitas tersebut, maka Pilpres satu putaran tampaknya bukan sebuah halusinasi bagi kubu Prabowo-Gibran,” kata Gema dalam telekonferensi pers ‘Rilis Survei LSN Terbaru’, Sabtu, 10 Februari 2024.

Baca Juga :

Prabowo: Yang Tak Setuju Program Makan Siang Gratis, Nggak Usah Jadi Menteri Saya

Pekerja melipat surat suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. (Foto ilustrasi).

Dia menjelaskan, survei ini dilaksanakan pada 4-9 Februari 2024, di 38 provinsi seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berumur minimal 17 tahun (memiliki e-KTP).

Baca Juga :

LSI Denny JA: Elektabilitas Gerindra Teratas Jelang Pemilu 2024, PDIP Runner Up

Sementara, jumlah sampel sebanyak 1.200 responden, yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara melalui telpon, oleh tenaga terlatih yang dipandu kuesioner.

Sedangkan ambang kesalahan atau margin of error (MoE) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,83 persen, dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan BPS.

“Sedikitnya ada tiga variabel metodologi, yang bisa digunakan sebagai basis untuk membuat kalkulasi Pilpres satu putaran,” ujarnya.

Dia memaparkan, pertama yakni tingkat margin of error (MoE) yang ditetapkan dalam survei ini. Kedua, tingkat undecided voters atau calon pemilih yang belum bisa menentukan pilihan hingga saat survei ini dilakukan. Ketiga, tingkat swing voters atau calon pemilih yang masih bimbang, sudah punya pilihan tapi belum mantap.

Dengan MoE sebesar 2,83 persen, lanjut Gema, maka tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Gibran berada di kisaran 49,07-54,73 persen. Artinya, perolehan suara Prabowo-Gibran di Pilpres 14 Februari 2024 nanti diperkirakan akan berada di rentang angka tersebut.

“Jika kita berasumsi yang terjelek, dimana elektabilitas Prabowo-Gibran hanya 49,07 persen, maka masih ada variabel lain. Yakni tingkat undecided dan swing voters, yang bisa menjadi nilai tambah untuk membuat elektabilitas pasangan KIM tersebut bisa mencapai 50 persen plus satu,” kata Gema.

Dari undecided voters sebesar 5,1 persen saja, Gema mengatakan bahwa apabila dibagi secara moderat sama besar ke tiga paslon, maka Prabowo-Gibran telah berhasil melewati angka batas minimal satu putaran.

“Ini belum termasuk swing voters dari Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud, yang bisa saja bermigrasi memilih Prabowo-Gibran di detik-detik akhir jelang pecoblosan karena berharap Pilpres bisa selesai dalam satu putaran saja,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Sedangkan ambang kesalahan atau margin of error (MoE) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,83 persen, dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan BPS.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *