Mayjen Izak Sebut Baku Tembak TNI Vs KKB di Intan Jaya Dipicu Isu Bom di Patung Yesus

Kamis, 25 Januari 2024 – 00:04 WIB

Papua –   Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan kontak tembak di Intan Jaya dipicu isu hoax yang dikembangkan oleh kelompok separatis teroris (KST) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB),  yakni isu Patung Yesus yang akan didirikan satgas TNI di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, Papua, terdapat bom di dalamnya, yang bila diledakkan akan menyebabkan seluruh masyarakat Intan Jaya akan mati.

Baca Juga :

Satgas Yonif 330 Tri Dharma Kostrad Berhasil Lumpuhkan 5 Pentolan OPM Papua, 4 Diantaranya Tewas

“Patung ini sudah dibangun sejak lama oleh Satgas TNI sebelumnya dan kini Satgas 330/TD melengkapi pembangunan ini. Semua ini dilakukan untuk membangun perdamaian, tidak mau ada kekerasan dan pertumpahan darah di Tanah Papua. Saya sesalkan ada yang menyebar isu Patung itu berisi bom,” kata Mayjen Izak Pangemanan, Rabu 24 Januari 2024.

Sebelumnya, prajurit dalam penugasan di wilayah itu juga telah melakukan kegiatan teritorial serupa, misalnya Yonif 328/Dirgahayu yang membangun Patung Salib di Gereja Antiokia.

Baca Juga :

KKB Serang Pos TNI dan Warga, Pangdam Tidak Rekomendasikan Penerbangan ke Sugapa

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan

Setelah itu, dilanjutkan dengan batalyon pengganti yaitu Yonif 305/Tengkorak yang membangun gereja di Kampung Mamba, serta Yonif 330/TD yang akan membangun Patung Yesus.

Baca Juga :

3 Anggota KKB Anak Buah Guspi Waker Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri

“Tidak mungkin Patung Yesus itu berisi ‘bom’ yang sewaktu-waktu akan meledak dan membunuh masyarakat Sugapa,” tegas Mayjen TNI Izak seraya mengaku Pemda Intan Jaya telah menghentikan pembangunan patung Yesus

Selain isu Patung Yesus berisi bom, Pangdam XVII /Cenderawasih mengaku mendapat laporan KKB menghembuskan isu penolakan operasional kawasan penambangan “Blok Wabu”.

Baca Juga  MotoGP to Provide New Crash Detection System

Blok Wabu pun disebut  sebagai isu yang diangkat oleh KST untuk membuat kekacauan, padahal sejatinya belum ada sosialisasi dari Pemerintah tentang hal tersebut. “Pemda menyatakan belum ada komunikasi tentang Blok Wabu. Sehingga masyarakat diajak bereaksi menolak oleh KST,” terang Pangdam.

Menyikapi hal ini, Pangdam telah mengambil langkah melindungi masyarakat dari teror KKB. Untuk itu, jika ada serangan dan kontak tembak dengan KKB, maka TNI akan menembak terbidik agar tidak salah sasaran dan tidak mengenai masyarakat.

“Seperti yang lalu ada warga sipil yang tertembak, sudah pasti yang menembak bukan TNI justru pelakunya adalah KKB. Saya jamin TNI tidak salah tembak,” imbuhnya.

Dikatakan Izak, TNI juga melindungi dan mengungsikan masyarakat ke tempat yang aman, dan dilayani sampai situasi normal. Dimana sekarang masyarakat yang sempat mengungsi sudah mulai kembali ke kampung masing-masing karena sudah normal.

“Kodam terus menerus mengambil langkah agar situasi di Intan Jaya tetap aman. Diharapkan semua pihak agar tidak mengembangkan isu yang pada akhirnya masyarakat terdampak dan timbul korban. Apabila ada isu agar dikonfirmasi kepada TNI dan TNI akan bantu konfirmasi tersebut dengan instansi terkait. Mari damai di Papua kita wujudkan,” ungkap Pangdam

Pangdam meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi karena apabila kawasan penambangan itu beroperasi terlebih dahulu ada sosialisasi ke masyarakat. “Mari kita jaga keamanan di daerah hingga Papua Tanah Damai terwujud dan tidak ada lagi pertumpahan darah,” harap Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan.

Sebelumnya Jumat, 19-23 Januari 2024 hingga , KKB menyerang pos hingga menyebabkan seorang anggota Brimob gugur, selain itu seorang warga juga turut menjadi korban penembakan. KKB juga membakar rumah warga di Sugapa, hingga menyebabkan sekitar 270 orang mengungsi ke pos TNI Yonif 330/TD.

Baca Juga  Ministry Launches Health Children Movement to Address Stunting

4 anggota KKB dilaporkan tewas dan 3 terluka tembak saat kontak senjata yang terjadi Minggu (21/1) yaitu Oni Kobagau, Jaringan Belau, dan Agusti.

Halaman Selanjutnya

Blok Wabu pun disebut  sebagai isu yang diangkat oleh KST untuk membuat kekacauan, padahal sejatinya belum ada sosialisasi dari Pemerintah tentang hal tersebut. “Pemda menyatakan belum ada komunikasi tentang Blok Wabu. Sehingga masyarakat diajak bereaksi menolak oleh KST,” terang Pangdam.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *