Mayday, Pesawat Bom Nuklir Militer Amerika Jatuh

Jumat, 5 Januari 2024 – 20:28 WIB

VIVA – Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan sebuah pesawat pembom Rockwell B-1 Lancer, usai mengalami kecelakaan di Dakota Selatan, Kamis 4 Januari 2023.

Baca Juga :

Alarm Bahaya, Ukraina Dua Kali Gempur Sevastopol dari Laut Hitam

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Defence Blog, jet tempur nahas itu jatuh saat menjalani misi latihan sore hari sekitar pukul 17.50 waktu setempat.

Pesawat pembom supersonik B-1 awalnya berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth, Dakota Selatan, sebelum mengalami kecelakaan.

Baca Juga :

Horor, Korut Luncurkan 200 Peluru Artileri ke Pulau Selatan Korsel

Beruntung, empat tentara Amerika yang mengawaki pesawat nahas itu lolos dari maut usai berhasil melontarkan diri.

VIVA Militer: Pesawat pembom Rockwell B-1 Lancer militer Amerika Serikat

Baca Juga :

AS Sebut Israel Tidak Bisa Hancurkan Ideologi Hamas

“Sebuah Lancer B-1B Angkatan Udara yang ditugaskan di Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth jatuh sekitar pukul 17:50 hari ini,  ketika mencoba mendarat di instalasi tersebut,” bunyi pernyataan Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth.

“Pada saat kecelakaan terjadi, pesawat itu sedang dalam misi pelatihan,” lanjut pernyataan tersebut dilansir VIVA Militer dari ABC News.

Saat pesawat jatuh, kondisi cuaca di sekitar Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) dipastikan buruk. Suhu dingin dan awan rendah terpantau saat insiden terjadi.

B-1B Lancer adalah sebuah pesawat ikonik yang dibangun pada fase akhir Perang Dingin. Dirancang sebagai pembom nuklir strategis, jet tempur ini mampu beroperasi di ketinggian rendah untuk menghindari sistem radar peringatan dini  Uni Soviet. 

VIVA Militer: Pesawat pembom Angkatan Udara Amerika Serikat, B-1 Lancer

VIVA Militer: Pesawat pembom Angkatan Udara Amerika Serikat, B-1 Lancer

Sejak berakhirnya Perang Dingin, B-1B Lancer telah dimodifikasi untuk membawa amunisi konvensional dan banyak digunakan dalam misi dukungan udara jarak dekat dan pengeboman taktis.

Baca Juga  Buka Suara Kementerian BUMN soal Longspan LRT Jabodebek yang Disebut Salah Desain

Dibuat oleh perusahaan dirgantara AS, Rockwell International, pesawat ini diperkenalkan pada 1 Oktober 1986 dan diproduksi sebanyak 104 unit.

Halaman Selanjutnya

Saat pesawat jatuh, kondisi cuaca di sekitar Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) dipastikan buruk. Suhu dingin dan awan rendah terpantau saat insiden terjadi.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *