Kota di India Larang Penjualan Produk Makanan Berlabel Halal, Ada Apa?

Selasa, 21 November 2023 – 16:50 WIB

VIVA Dunia – Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, yang paling padat penduduknya di India, telah melarang distribusi dan penjualan produk bersertifikat Halal, termasuk susu, pakaian dan obat-obatan dengan alasan ilegal. 

Baca Juga :

State of India Removes Halal Standards for Food, Beverage Products

Produk roti, gula, minyak nabati, dan produk lainnya yang diberi label “bersertifikat Halal” oleh perusahaan yang memproduksinya akan dilarang untuk didistribusikan dan dijual, demikian pemberitahuan pemerintah negara bagian pada pekan lalu. 

“Sertifikasi halal produk makanan adalah sistem paralel yang menciptakan kebingungan mengenai kualitas makanan,” kata pemberitahuan tersebut, melansir CNA, Selasa 21 November 2023. 

Baca Juga :

Tidak Bisa Lepas dari ‘Genggaman’ Komunitas

Bendera India atau Bharat

Sertifikasi Halal memastikan bahwa produk dan layanan mematuhi hukum Islam. Perintah Komisaris menyatakan bahwa hak untuk memutuskan kualitas makanan hanya berada pada pihak berwenang yang disebutkan dalam Undang-Undang Keamanan dan Standar Pangan, 2006. 

Baca Juga :

Ganas! Sekelompok Monyet India Membunuh Anak 10 Tahun dengan Merobek Ususnya

“Dengan demikian, sertifikasi halal produk pangan adalah sistem paralel yang menciptakan kebingungan mengenai kualitas bahan pangan dan sepenuhnya bertentangan dengan maksud dasar Undang-undang tersebut dan tidak dapat dipertahankan berdasarkan Pasal 89 Undang-undang tersebut,” demikian isi lengkap perintah tersebut. 

Pemerintah juga memperingatkan tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar larangan tersebut. Namun, barang-barang dengan sertifikasi Halal yang diproduksi untuk ekspor dikecualikan dari larangan tersebut. 

Perintah tersebut dikeluarkan setelah pemerintah negara bagian menyatakan bahwa polisi Uttar Pradesh mengajukan beberapa kasus terhadap beberapa perusahaan karena menjual produk ‘Bersertifikat Halal’ dengan menggunakan dokumen palsu.

Baca Juga  Curhat Perpisahan dengan Seseorang, Putri Anne: Aku Tidak Menahan Orang yang Tak Mau Tinggal

Otoritas Keamanan dan Standar Pangan India (FSSAI) adalah badan tertinggi di negara tersebut yang bertugas menentukan standar untuk sebagian besar produk makanan yang dijual di negara tersebut dan menentukan standar yang harus dipenuhi oleh produk makanan, kata pemberitahuan tersebut. 

Uttar Pradesh, yang diperintah oleh biksu Hindu Yogi Adityanath, yang merupakan anggota Partai Nasionalis Bharatiya Janata milik Perdana Menteri Narendra Modi, adalah negara bagian terbesar dan terpadat di India. 

Baik Adityanath maupun pemerintahannya telah dituduh oleh para kritikus memiliki agenda yang memecah belah terhadap populasi Muslim yang besar di negara bagian tersebut, namun hal ini selalu mereka sangkal. 

“Agama tidak boleh dimasukkan ke dalam makanan. Ada banyak barang seperti garmen, gula, dan lain-lain yang dicap Halal, dan itu melanggar hukum,” kata juru bicara BJP negara bagian Rakesh Tripathi.

Halaman Selanjutnya

Perintah tersebut dikeluarkan setelah pemerintah negara bagian menyatakan bahwa polisi Uttar Pradesh mengajukan beberapa kasus terhadap beberapa perusahaan karena menjual produk ‘Bersertifikat Halal’ dengan menggunakan dokumen palsu.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *