Catat, Dokter Sarankan Jemaah Haji Bawa Obat-obatan Ini ke Tanah Suci

Jumat, 10 Mei 2024 – 14:45 WIB

Jakarta – Jemaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah, pada 12 Mei 2024 mendatang. Tahun ini, 241.000 jemaah diberangkatkan, yang terdiri dari 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Baca Juga :

Embarkasi Solo Akan Berangkatkan 35.977 Jemaah Calon Haji Asal Jateng dan DIY

Menurut data Kementerian Agama (Kemenag), tahun ini sekitar 45.000 jemaah haji reguler berada diusia 65 tahun ke atas.

Jemaah haji asal Lombok tiba di Bandara KIAA Jeddah Arab Saudi

Baca Juga :

ISPA Menjadi Ancaman Utama Bagi Jamaah Haji Indonesia

Sementara itu, di tengah cuaca panas di Tanah Suci, jemaah perlu menjaga kondisi fisiknya tetap bugar dan sehat.

Berdasarkan catatan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di melakukan menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :

Jaga Kesehatan, Ini Obat-obatan yang Perlu Dibawa Jemaah Haji

“Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah,” kata Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana, pada Kamis, 9 Mei 2024.

“Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai,” lanjutnya.

Selain itu, dokter yang akrab disapa dengan dr. Leks ini menyebut bahwa dehidrasi menjadi risiko yang serius, terutama jika jemaah tidak cukup minum air.

“Hal ini dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah,” ucap dr. Leksmana.

Baca Juga  3 Langkah Mudah Memperbaiki Sendiri Nat Keramik Retak

Ia menambahkan, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian juga bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

“Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi.”

Selain itu, terdapat penyakit kronis yang bisa dialami jemaah. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.

“Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah,” tutur dr. Leks.

Ilustrasi beli obat bisa lewat layanan telefarmasi.

Ilustrasi beli obat bisa lewat layanan telefarmasi.

Untuk itu, ia merekomendasikan beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji.

1. Obat Antidiare

2. Obat Pencernaan

3. Obat Pereda Nyeri

4. Obat Alergi

5. Obat untuk Masalah Kulit

6. Obat flu dan batuk

7. Obat Pribadi, atau obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, dokter yang akrab disapa dengan dr. Leks ini menyebut bahwa dehidrasi menjadi risiko yang serius, terutama jika jemaah tidak cukup minum air.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *