Apa Itu Slow Travel dan Apa yang Membedakannya dari Perjalanan Biasa?

Kamis, 21 September 2023 – 09:00 WIB

Jakarta – Perjalanan wisata bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang prosesnya. Konsep “Slow Travel” atau perjalanan santai adalah filosofi perjalanan yang menekankan pengalaman mendalam, penjelajahan dengan tempo yang lebih lambat, dan interaksi yang lebih dalam dengan budaya lokal. Ini adalah cara perjalanan yang berbeda, yang menempatkan kualitas di atas kuantitas. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Baca Juga :

Destinasi Wisata ‘Slow Travel’ Ramah Muslim di Tri-Mountain Taiwan

Mengapa Slow Travel Penting?

Ilustrasi mindfulness dan Traveling bersama teman

Baca Juga :

bank bjb Kolaborasi dengan Citilink Gelar DIGI Travel Fair Tawarkan Sejumlah Promo Menarik

Dalam era kecepatan informasi saat ini, banyak orang merasa terburu-buru dalam perjalanan mereka. Mereka mencoba melihat sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat, tetapi seringkali melewatkan pengalaman yang lebih dalam dan berarti. Inilah sebabnya mengapa Slow Travel semakin populer.

Apa yang Membedakan Slow Travel dari Perjalanan Biasa?

Baca Juga :

Traveling ke Kuala Lumpur, Apa Aja yang Seru?

Ilustrasi koper/traveling.

Ilustrasi koper/traveling.

1. Tempo yang Lebih Lambat

Salah satu karakteristik utama Slow Travel adalah tempo yang lebih lambat. Ini berarti menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat dan benar-benar meresapi atmosfer dan kehidupan sehari-hari di sana. Kamu tidak terburu-buru untuk melanjutkan ke destinasi berikutnya.

2. Interaksi dengan Lokal

Slow Travel mendorong interaksi yang lebih dalam dengan penduduk lokal. Ini mungkin melibatkan berbicara dengan penduduk setempat, mencicipi makanan lokal, atau bahkan mengikuti kegiatan budaya tradisional.

3. Eksplorasi Mendalam

Daripada hanya mengunjungi atraksi utama, Slow Traveler akan mencoba menjelajahi sisi-sisi tersembunyi dan kurang dikenal dari destinasi tersebut. Mereka mungkin menghabiskan waktu di desa-desa kecil, menjelajahi alam liar, atau mengeksplorasi warisan budaya yang kurang dikenal.

Baca Juga  Detik-detik Jasad Ferdy Sambo Dikebumikan Hari Ini Usai Polri Beri Penghormatan Terakhir, Benarkah?

4. Mengurangi Jejak Lingkungan

Slow Travel juga dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dengan mengurangi perjalanan jarak jauh yang melibatkan banyak penerbangan, kamu dapat mengurangi jejak karbon perjalananmu.

Cara Memulai Slow Travel

Ilustrasi traveling

1. Pilih Destinasi dengan Bijak

Pilih destinasi yang benar-benar menarik minat kamu dan memiliki banyak hal untuk dieksplorasi.

2. Rencanakan dengan Fleksibilitas

Buat rencana perjalanan yang tidak terlalu padat, sehingga kamu memiliki cukup waktu untuk berjalan-jalan santai dan mengeksplorasi.

3. Interaksi dengan Lokal

Cobalah berbicara dengan penduduk setempat, belajar tentang budaya mereka, dan mencicipi makanan lokal.

4. Hindari Terburu-Buru

Hindari merasa terburu-buru untuk melihat semuanya. Biarkan dirimu meresapi pengalaman.

5. Kurangi Teknologi

Cobalah untuk tidak terlalu tergantung pada teknologi selama perjalanan. Ini akan membantu kamu lebih fokus pada pengalaman langsung.

Halaman Selanjutnya

Salah satu karakteristik utama Slow Travel adalah tempo yang lebih lambat. Ini berarti menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat dan benar-benar meresapi atmosfer dan kehidupan sehari-hari di sana. Kamu tidak terburu-buru untuk melanjutkan ke destinasi berikutnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *