Ada Tramadol, 3 Obat Medis Ini Tersering Masuk Daftar Ilegal Temuan BPOM

Selasa, 1 Agustus 2023 – 13:45 WIB

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan ribuan kasus peredaran obat ilegal di Indonesia sepanjang tahun 2022 lalu. Dari temuan tersebut, BPOM mencatat tiga obat medis yang paling sering disalahgunakan pada kasus narkotika, termasuk tramadol.

Baca Juga :

Sinergi Bea Cukai Teluk Nibung dan Imigrasi Amankan Imigran Gelap di Peraian Tanjung Jumpul

Dalam unggahan di media sosial, BPOM menuliskan bahwa sepanjang tahun 2022 ditemukan 1.133 kasus obat ilegal di Indonesia. Obat tersebut dinyatakan ilegal karena tidak memenuhi syarat dengan rawan digunakan pada kasus narkotika. Scroll untuk info selengkapnya

“Ini terdiri dari kasus obat tidak memenuhi syarat, kasus obat tanpa izin edar, dan kasus obat yang diproduksi dan atau diedarkan tanpa keahlian atau kewenangan,” tulis BPOM, dikutip VIVA, Selasa 1 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Bea Cukai Magelang Musnahkan Jutaan Rokok dan Puluhan Liter Miras Sinergi Dengan Pemda dan APH

Menurut BPOM, obat tersebut terbukti tidak memenuhi syarat, tidak memiliki izin edar, serta diproduksi tanpa kewenangan. Dalam hal ini, merujuk pada resep dokter yang seharusnya digunakan dalam pembelian obat medis tertentu dengan rentan disalahgunakan.

Baca Juga :

Terungkap, Ini Penyebab Terjadinya Masalah Ginjal yang Paling Tinggi

“Jenis obat yang paling sering ditemukan adalah golongan obat-obat tertentu yang rawan disalahgunakan, yaitu triheksifenidil, tramadol, dam dekstrometorfan,” tulis BPOM lagi.

Kasus kerawanan obat ilegal dan Napza itu menyebar di sejumlah wilayah Indonesia. Seperti di Kalimantan dan Sulawesi sebanyak 480 kasus, Sumatera sebanyak 272 kasus, Jawa dan Bali sebanyak 318 kasus, dan Timur Indonesia sebanyak 63 kasus.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *