20 Warga Palestina Tewas Saat Antre Makan, Hal Biadab Israel Ini Penyebabnya

Jumat, 26 Januari 2024 – 17:46 WIB

Gaza –  Pasukan Israel kembali melancarkan serangan yang kejam terhadap warga Gaza di tempat pengungsian pada Kamis, 25 Januari 20. Pasukan Zionis tersebut menyerang pengungsi Gaza yang sedang mengantri untuk mendapatkan bantuan makanan.

Baca Juga :

Sosok Joan E. Donoghue, Hakim Mahkamah Internasional yang Akan Bacakan Hasil Sidang Afsel vs Israel

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 26 Januari 2024, menurut informasi dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dilansir oleh Kompas.com, serangan militer brutal Israel tersebut mengakibatkan 20 pengungsi meninggal dunia dan sekitar 150 orang mengalami luka-luka.

Warga Gaza Berlarian Setelah Israel Tembaki Truk Bantuan Kemanusiaan (Doc: MEMO)

Photo :

  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Baca Juga :

Dugaan Baru, Inggris Biang Kerok yang Bunuh 65 Tentara Ukraina dalam Pesawat?

Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan tersebut. Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam, sebuah koalisi kelompok militan dan politik, menyatakan bahwa pasukan Israel menyasar warga sipil yang sedang menunggu bantuan.

Kelompok tersebut menyampaikan, “Puluhan orang tewas dan terluka dalam kejahatan perang dan genosida,” dalam sebuah pernyataan. Di sebelah selatan kantong wilayah tersebut, tank-tank Israel menyerang daerah sekitar dua rumah sakit di kota utama Gaza di selatan, Khan Younis, yang mengancam keselamatan pengungsi Palestina di Gaza.

Baca Juga :

Strategi Darah Undius Kogoya Gagal, 5 Pentolan OPM Jadi Mayat Dilibas Kostrad dan Kopassus TNI

Sementara itu, di wilayah utara, seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan situasi pangan sebagai “benar-benar mengerikan”. Para pekerja kemanusiaan melaporkan bahwa upaya pengiriman bantuan sedang diserbu oleh orang-orang yang putus asa dan terlihat kelaparan dengan mata cekung.

Baca Juga  Tarif Listrik PLN Periode Oktober-Desember 2023, Simak Rinciannya

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Jalur Gaza saat ini terjebak di Khan Younis dan kota-kota di utara dan selatan setelah dipaksa keluar dari setengah bagian utara Gaza pada awal kampanye militer Israel, yang sekarang memasuki bulan keempat.

Pejabat kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 50 warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir di Khan Younis, di mana Israel telah beralih ke operasi militer besar setelah menarik pasukannya dari wilayah utara yang sebagian besar dikuasai menurut mereka.

Warga Gaza mengunjungi rumah mereka yang hancur dibombardir Israel

Warga Gaza mengunjungi rumah mereka yang hancur dibombardir Israel

Kemudian, Petugas medis Palestina melaporkan bahwa tank-tank Israel telah memotong dan menembaki sasaran di sekitar dua rumah sakit utama yang masih beroperasi di kota, Nasser dan Al-Amal, menyebabkan tim medis, pasien, dan pengungsi terjebak di dalam atau di sekitarnya.

“Kompleks Medis Nasser menjadi target penembakan artileri yang intens, dan pasukan Israel melepaskan tembakan besar-besaran di area terbuka dan ke arah gedung-gedung, mengancam nyawa semua orang di dalamnya,” kata Ashraf Al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza. Israel terus mengklaim bahwa militan Hamas menggunakan bangunan rumah sakit sebagai markas mereka, sesuatu yang dibantah oleh kelompok militan dan staf medis.

Halaman Selanjutnya

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Jalur Gaza saat ini terjebak di Khan Younis dan kota-kota di utara dan selatan setelah dipaksa keluar dari setengah bagian utara Gaza pada awal kampanye militer Israel, yang sekarang memasuki bulan keempat.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *